Motor ninja melaju begitu mulus membelah jalanan yang banyak likuan terjal. Pepohonan rindang berada di kanan-kiri membuat jalanan terlihat petang tak terkena sinar mentari. Deruman motor bersahutan, menggema di gendang telinga para pelaju. Suara truk angkutan pasir dan batu pun juga terdengar berat di alat indera mereka. "Lo mau bawa gue kemana?" Diana menatap dari kaca spion, mendekati telinga Shandy walaupun tertutup helm full face-nya. "Gue nggak tau tempat ini, Shan." "Saya kira kamu bakalan suka, Na. Nikmati aja semuanya." kata Shandy mengelus tangan Diana yang melingkar di perutnya. Nyaman sekali. "Tapi gue mau ngomong bentar sama lo, Shan." "Ngomongnya dipending dulu. Jangan sekarang, saya mau kasih kamu kejutan untuk yang kesekian kalinya." teriak Shandy lalu kembali menyetang motor itu karena jalanan sudah masuk area menengangkan. Jawaban Shandy pun menjadi akhir perbincangan di atas motor. Mereka sama-sama diam, d...